Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi, Ini Caranya

CEKINFOAJA.COM Wabah COVID-19 telah berjalan sepanjang satu 1/2 tahun. Di titik ini, beberapa orang yang telah memahami akan keutamaan mempertahankan kesehatan diri kita di periode wabah. Tetapi, banyak pula yang lupa jika kesehatan psikis sama keutamaan dengan kesehatan jasmani.

Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi

Walau sebenarnya, kesehatan psikis menjadi satu diantara permasalahan serius sepanjang wabah, lho. Kehidupan yang tiba-tiba berbeda saat wabah mengakibatkan beberapa orang berasa kesepian, depresi, dan kuatir.

Bila kita tidak dapat mengurus depresi secara baik, sehari-harinya kita dapat terusik. Depresi yang didiamkan kelamaan dapat mengakibatkan peralihan selera makan, kesusahan fokus, kesusahan tidur, sampai pengurangan kesehatan fisik.

Nach, bagaimana triknya agar kita dapat mempertahankan kesehatan psikis agar masih tetap sehat sepanjang wabah? Centers for Disease Kontrol atau CDC telah meringkas beberapa tips yang dapat kita contoh untuk menolong mengurus kesehatan psikis sepanjang wabah, salah satunya:

Turunkan konsumsi info masalah wabah

Tidak ada kelirunya ikuti perubahan info masalah wabah. Tetapi, terus menerus terkena info itu dapat berpengaruh jelek pada psikis. Bila Mam berasa jemu dan kerepotan dalam terima info, sebaiknya untuk kurangi intensif informasi yang dimakan setiap hari.

Menjaga kesehatan jasmani

Kesehatan jasmani dan psikis benar-benar terkait. Bila jasmani kita sehat, kesehatan psikis akan ikuti sendirinya. Ada beberapa langkah simpel yang dapat kita kerjakan untuk mempertahankan kesehatan jasmani. Misalkan teratur olahraga, konsumsi makanan bergizi, bermeditasi, tidur memadai, dan menghindar rokok dan alkohol.

Santai

Aktivitas bekerja dan sekolah dari rumah terkadang dapat berasa menjemukan. Sering ada juga yang berasa capek. Nach, jika sudah demikian, luangkan diri untuk santai, ya. Dapat dengan lakukan hoby atau coba beberapa hal baru seperti mengolah, menyulam, atau bercocok tanam. Ditanggung dapat mengubah pemikiran!

Bergaul sama orang lain

Social distancing atau limitasi jarak sosial tidak berarti kita harus stop bergaul, lho. Sama-sama memberikan dukungan keduanya malah jadi kunci untuk hidup di periode wabah. Disamping itu, sda kalanya kita perlu seseorang untuk dengarkan keluhan kita selama saat susah ini.

Untungnya, wabah ini terjadi di periode tehnologi telah berkembang cepat. Ada banyak fasilitas berbicara yang dapat kita gunakan tak perlu bertatap muka langsung. Janganlah lupa, yakinkan Mam dikitari dengan beberapa orang yang bagus dan suportif.

Nach, itu lah beberapa cara yang dapat kita aplikasikan untuk mempertahankan kesehatan psikis. Bila Mam berasa perlu kontribusi dalam tangani permasalahan kesehatan psikis, tidak boleh sangsi untuk mengontak professional seperti psikiater dan psikolog, ya.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel